22 Juli 2017•Update: 23 Juli 2017
Muhammed Ali Gurtas
ANKARA
Hubungan ekonomi antara Turki dan Jerman tidak boleh terganggu oleh berita yang tidak berdasar, kata Kepala Badan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki (DEIK) pada hari Jumat.
"Sebagai perwakilan dunia bisnis Turki, kami mengecam berita palsu yang bertujuan untuk memicu ketegangan saat ini antara Turki dan Jerman serta mereka yang menerbitkan berita semacam itu," kata Omer Cihad Vardan dalam sebuah pernyataan tertulis.
Pernyataannya muncul setelah klaim bahwa sejumlah perusahaan Jerman sedang diselidiki oleh Turki; klaim itu dipatahkan oleh pihak berwenang Turki.
Menunjuk pada kemitraan ekonomi strategis penting antara Turki dan Jerman, Vardan mengatakan perusahaan-perusahaan Jerman memiliki investasi hampir seabad lamanya di Turki, dan warga Jerman asal Turki berkontribusi terhadap ekonomi Jerman selama lebih dari 50 tahun.
"Dalam konteks seperti itu, hubungan antara Turki dan Jerman tidak boleh terganggu melalui berita dan informasi yang tidak berdasar," katanya. "DEIK ingin mengurangi ketegangan antara Turki dan Jerman melalui pernyataan hati-hati, bukan berdasarkan informasi yang salah."
Vardan mencatat pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pejabat tinggi lainnya mendukung kebohongan rumor itu.
Kepala DEIK itu menekankan bahwa tidak ada perusahaan asing yang sudah lama di Turki - termasuk perusahaan yang berasal dari Jerman, Prancis, Italia dan Belanda - yang pernah mengalami perlakuan sewenang-wenang, menambahkan: "Sebaliknya mereka diterima sebagai perusahaan Turki."
"Ketika berbicara dengan perwakilan perusahaan-perusahaan ini, yang juga anggota DEIK, kita melihat tidak ada sedikitpun perubahan rencana investasi dan target mereka di Turki," kata Vardan, menambahkan:
"Kami secara khusus menggarisbawahi fakta ini pada saat persepsi negatif tentang hubungan kita dengan Jerman telah dibangun, seringkali dengan sengaja."