Muhammad Nazarudin Latief
25 April 2019•Update: 25 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Bank Dunia berharap proyek East Coast Rail Link (ECRL) dan proyek Bandar Malaysia memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.
"Tentu saja, investasi publik akan mendukung pertumbuhan dalam jangka menengah dari perspektif Produk Domestik Bruto," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Malaysia Richard Record saat Pembaruan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik, Kamis, seperti diberitakan Bernama.
Meski demikian, dia, mendesak Malaysia untuk berhati-hati pada proyek yang sedang dilakukan sehingga manfaat bagi masyarakat dimaksimalkan.
"Pemerintah harus bekerja keras untuk memastikan manajemen proyek yang hati-hati, seleksi kompetitif, pengadaan publik dan manajemen yang efisien untuk memastikan pengembalian maksimum atas aset yang diinvestasikan publik," katanya.
Pemerintah mengumumkan dimulainya kembali proyek ECRL pada 12 April dan proyek Bandar Malaysia pada 19 April.
Soal pelemahan ringgit, Record menyarankan pemerintah untuk fokus pada fundamental ekonomi yang mendasarinya daripada volatilitas jangka pendek..
Menurut dia, fundamental ini bisa beragam aktivitas ekonomi yang mendatangkan keuntungan dari berbagai sumber pertumbuhan, domestik dan asing, manufaktur untuk ekspor, konsumsi domestik serta sektor lain dan daerah.
"Mungkin, fokusnya ada pada penguatan fundamental-fundamental itu dan bagaimana Malaysia dapat meningkatkan produktivitas serta daya saingnya dalam jangka menengah. Itu akan mendorong nilai tukar," ujar dia.
Record mengatakan, melemahnya ringgit saat ini menguntungkan daya saing eksternal negara.
“Nilai tukar yang agak melemah membantu dalam hal daya saing eksternal di saat perlambatan pertumbuhan global. Tidak ada salahnya memiliki nilai tukar yang lebih lemah dalam hal kinerja ekspor, "katanya.
Record mendesak Malaysia untuk mengurangi ketergantungannya pada pendapatan minyak dan melakukan diversifikasi sumber pendapatannya untuk mengurangi guncangan di masa depan.
Dia mengatakan meningkatnya ketergantungan pada minyak dan gas berarti bahwa Malaysia lebih rentan terhadap perubahan harga minyak dan gas.
“Jika kejutan besar terjadi, itu akan berdampak pada pendapatan sektor publik, dan itu adalah sesuatu untuk dipikirkan dalam jangka menengah.
"Dengan cara yang sama bahwa ekonomi Malaysia sangat beragam dan menyediakan sumber kekuatan, kami akan mendorong pemerintah untuk memiliki sumber pendapatan yang beragam serta lebih tangguh terhadap guncangan potensial di masa depan," kata dia.