Ekonomi

Bank Dunia, IMF upayakan keringanan utang untuk negara miskin

Lembaga keuangan global mendesak kreditor untuk menunda pembayaran utang negara-negara termiskin di dunia

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 26.03.2020
Bank Dunia, IMF upayakan keringanan utang untuk negara miskin Ilustrasi: Gedung World Bank. (Foto file - Anadolu Agency)

Istanbul

Gokhan Ergocun

ANKARA 

Kelompok Bank Dunia (WBG) dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Rabu mendesak para kreditor untuk menunda pembayaran utang dari negara-negara termiskin di dunia selama pandemi virus korona (Covid-19).

Dalam pernyataan bersama menjelang KTT virtual G20 tentang Covid-19, lembaga-lembaga itu mengatakan krisis global akan menimbulkan konsekuensi ekonomi dan sosial yang parah di negara-negara anggota Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA).

"Negara-negara IDA, adalah rumah bagi seperempat dari populasi dunia dan dua pertiga dari populasi dunia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem," bunyi pernyataan itu.

Negara-negara IDA, yang saat ini jumlahnya 76, memiliki pendapatan nasional bruto per kapita di bawah USD1.175 pada 2020.

"[Penangguhan pembayaran utang] ini akan membantu kebutuhan likuiditas langsung negara-negara IDA untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh wabah virus korona dan memberikan waktu untuk penilaian dampak krisis dan kebutuhan pembiayaan untuk setiap negara," tulis pernyataan itu.

“Kami mengundang para pemimpin G20 untuk menugaskan WBG dan IMF untuk melakukan penilaian ini, termasuk mengidentifikasi negara-negara dengan situasi utang yang tidak berkelanjutan, dan untuk menyiapkan proposal untuk tindakan komprehensif oleh kreditor bilateral resmi untuk menangani kebutuhan pembiayaan dan pengurangan utang negara-negara IDA," tambahnya.

Para pemimpin negara-negara G20 akan mengadakan pertemuan virtual tentang pandemi Covid-19 pada Kamis, yang akan dipimpin oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.