İqbal Musyaffa
02 Mei 2019•Update: 02 Mei 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan inflasi April secara bulanan sebesar 0,44 persen dan 2,83 persen secara tahunan sebagian besar karena bahan makanan dan transportasi.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan inflasi April diakibatkan oleh bahan makanan yang mengalami inflasi 1,45 persen dengan andil 0,31 persen.
Komoditas yang perlu menjadi perhatian adalah pada bumbu-bumbuan seperti bawang merah dengan sumbangan inflasi 0,13 persen, bawang putih 0,09 persen, cabai merah 0,07 persen, telur ayam ras dan tomat sayur 0,02 persen, serta melon, tomat buah, dan cabai masing-masing 0,01 persen.
Sementara komoditas yang menyumbangkan deflasi pada bahan makanan adalah beras sebesar 0,06 persen, daging ayam ras dan ikan segar masing-masing 0,01 persen.
“Ini perlu ada perhatian agar pada puasa nanti harga tidak bergerak naik lagi,” imbuh dia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Kemudian Suhariyanto mengatakan penyumbang inflasi terbesar kedua adalah kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,28 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,05 persen.
“Andil kenaikan tiket pesawat terhadap inflasi pada April ini 0,03 persen dan juga kenaikan harga mobil 0,01 persen,” urai Suhariyanto.
Suhariyanto mengatakan kenaikan tarif angkutan udara masih terjadi pada 39 kota yang disurvei dalam Indeks Harga Konsumen (IHK).
Dia mencontohkan kenaikan tiket pesawat masih sangat tinggi seperti terjadi di Banjarmasin sebesar 23 persen dan Surakarta 16 persen.
Selain itu, Suhariyanto mengatakan pada komponen perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,12 persen dengan andil inflasi 0,03 persen.
Penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah tarif kontrak rumah dengan andil inflasi 0,03 persen dan sewa rumah dengan andil 0,01 persen.
“Ini karena ada kenaikan harga beberapa barang pemeliharaan rumah seperti semen, pasir, asbes, dan lainnya,” jelas Suhariyanto.
Kemudian dia menjelaskan tarif listrik pada komponen ini menyumbang deflasi 0,02 persen karena ada diskon bagi pelanggan 900 VA untuk rumah tangga mampu dari PLN.
Selanjutnya, Suhariyanto mengatakan kelompok sandang mengalami inflasi 0,15 persen dengan andil terhadap inflasi April 0,01 persen.
Dia menambahkan inflasi pada kelompok kesehatan sebesar 0,25 persen dengan andil 0,1 persen dan pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami inflasi 0,03 persen serta tidak memberi andil inflasi April ini.