İqbal Musyaffa
11 April 2018•Update: 11 April 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Asia Development Bank (ADB) Rabu, melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2018 sebesar 6 persen yang didorong oleh permintaan ekspor dan domestik yang tumbuh pesat.
Meski begitu, ADB menyebut pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) akan sedikit melambat menjadi 5,9 persen di tahun 2019. Proyeksi ini sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kawasan yang tercatat sebesar 6,1 persen pada tahun lalu.
"Berbagai perekonomian di kawasan Asia yang sedang berkembang akan mempertahankan momentum pertumbuhan saat ini yang didorong oleh kebijakan yang baik, ekspor yang meningkat dan permintaan domestik yang kuat," ujar Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada dalam laporannya.
Dalam laporan tersebut, ADB juga memprediksi perekonomian negara berkembang di kawasan Asia Pasifik akan tumbuh mencapai 6,5 persen pada tahun ini, namun akan sedikit melambat menjadi 6,4 persen pada tahun depan.
Proyeksi tersebut juga menunjukkan angka pertumbuhan yang sedikit lebih kecil dari angka pertumbuhan negara berkembang di Asia Pasifik pada tahun lalu dengan pertumbuhan 6,6 persen.
"Kaitan perdagangan kawasan yang kuat dan meningkatnya penopang keuangan memposisikan kawasan ini dengan baik agar mampu bertahan dari potensi guncangan eksternal, termasuk meningkatnya risiko ketegangan perdagangan dan arus modal keluar yang cepat," urai Sawada.
ADB juga menganggap kawasan Asia Tenggara akan terus memperoleh manfaat dari meningkatnya perdagangan global dan membaiknya harga komoditas. Akibatnya, kawasan ini diprediksi akan mampu mempertahankan angka pertumbuhan 5,2 persen pada tahun 2018 dan 2019.
Kuatnya investasi dan konsumsi domestik dianggap akan mendorong percepatan pertumbuhan di Indonesia, Filipina dan Thailand. Sementara, industri yang semakin kuat akan bantu mendongkrak pertumbuhan Vietnam.