Maria Elisa Hospita
07 Juni 2018•Update: 07 Juni 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Oxfam pada Rabu memperingatkan bahwa Yaman "tinggal selangkah lagi menuju bencana kelaparan" karena pertempuran di sekitar Pelabuhan Hudaydah berpotensi memutus pasokan bahan baku bagi industri makanan.
"Yaman telah didera bencana kemanusiaan terburuk di dunia dan terus tergelincir menuju bencana kelaparan," ungkap Mohsin Siddiqui, direktur Oxfam yang berbasis di AS, dalam sebuah siaran pers.
"Jika jalur penting untuk memasok makanan, bahan bakar dan obat-obatan ini diblokir, maka akan lebih banyak orang yang kelaparan, sakit, dan pada akhirnya meninggal dunia," tambah dia.
"Sudah terlalu banyak kehancuran, penyakit, dan kematian di Yaman. Masyarakat internasional perlu mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk mengakhiri pertempuran dan memulai perundingan perdamaian," kata Siddiqui lagi.
Port of Hudaydah adalah salah satu dari beberapa pelabuhan yang masih berfungsi di Yaman, dan satu-satunya pelabuhan yang memungkinkan pengiriman bantuan dari koalisi pimpinan Arab Saudi.
Pasukan loyalis pemerintah Yaman dan koalisi yang dipimpin Saudi kini tengah bergerak mengambil alih wilayah yang dikuasai oleh pemberontak Houthi di Hudaydah.
"Pertempuran telah menyebabkan ratusan keluarga meninggalkan rumah-rumah mereka," kata Oxfam.
Menurut Oxfam, sekitar 8,4 juta berisiko mengalami bencana kelaparan, sementara lebih dari 22 juta orang - atau 75 persen populasi Yaman - membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Yaman telah diterpa konflik sejak 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota Sanaa.
Konflik meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni Arab melancarkan kampanye militer besar-besaran untuk mengalahkan Houthi di Yaman dan menopang pemerintah Yaman.
Perang itu telah menyebabkan keruntuhan ekonomi dan penyebaran wabah kolera yang berdampak pada 1,1 juta orang lebih.