Maria Elisa Hospita
26 Januari 2019•Update: 27 Januari 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan hampir 200.000 kasus kusta dilaporkan per tahunnya.
Seorang pejabat WHO mengatakan pada Press Trust of India (PTI) bahwa “diskriminasi, stigma, dan prasangka” terkait kusta adalah hambatan paling besar dalam pengendalian penyakit.
Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Poonam Khetrapal Singh mengatakan bahwa hampir setengah dari kasus yang dilaporkan dalam setahun terakhir berasal dari India.
Menurut Singh, jumlah kasus kusta di seluruh dunia "terus menurun", tetapi "setiap tahunnya diperkirakan 200.000 kasus dilaporkan".
Dalam perjuangannya melawan penyakit itu, India mencabut dua undang-undang kuno, yang mendiskriminasi orang-orang yang mengidap kusta dan yang melegitimasikan alasan warganya untuk menceraikan pasangannya yang terpapar penyakit kusta.
“Jumlah pengidap kusta terdeteksi secara signifikan di wilayah Asia Tenggara, Brasil, Afrika sub-Sahara, dan Pasifik,” kata Singh.
“Diskriminasi, stigma, dan prasangka terkait kusta adalah hambatan paling kuat dalam mengeliminasi penyakit kusta, khususnya mengingat penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan 100 persen ketika terdeteksi dini,” tambah dia.