China dan India saling tuduh pelanggaran perbatasan
Dua negara bersenjata nuklir itu saling menuduh melanggar status quo terbaru di perbatasan di wilayah Ladakh
Ankara
Riyaz ul Khaliq dan Ahmad Adil, Sorvar Alam
ANKARA/NEW DELHI
Dalam eskalasi ketegangan lebih lanjut, India dan China pada Senin menuduh satu sama lain melanggar "kesepakatan" yang dicapai antara kedua belah pihak setelah bentrokan akhir-akhir ini di wilayah Ladakh.
India mengatakan bahwa pasukannya telah menggagalkan "gerakan militer yang provokatif" di daerah perbatasan di wilayah Himalaya, tempat kedua negara terlibat dalam bentrokan fatal sejak Mei lalu.
“Pasukan PLA [Tentara Pembebasan Rakyat China] pada malam 29/30 Agustus 2020 melanggar kesepakatan sebelumnya [...] di Ladakh Timur dan melakukan gerakan militer yang provokatif untuk mengubah status quo,” ungkap pernyataan dari Kementerian Pertahanan India.
Tapi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) juga menuduh pihak India melakukan pelanggaran yang sama.
"Pasukan China mengambil tindakan yang diperlukan dalam menanggapi provokasi pasukan India dan akan mengikuti situasi dengan seksama dan dengan tegas menjaga kedaulatan nasional, perdamaian dan stabilitas di daerah perbatasan," kata Komando Teater Barat PLA, menurut harian Global Times milik pemerintah China.
PLA mengklaim pasukan India telah "melanggar konsensus" yang dicapai pada perundingan multi-level antara India dan China dan "sekali lagi melewati garis kendali aktual [LAC]" di perbatasan pada Senin dan melancarkan provokasi dengan sengaja.
New Delhi juga mengatakan bahwa pertemuan tingkat komandan brigade dari dua pihak sedang berlangsung di Chushul, Ladakh untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Pasukan India telah mendahului aktivitas PLA ini di Tepi Selatan Danau Pangong Tso, mengambil tindakan untuk memperkuat posisi kami dan menggagalkan niat China untuk mengubah fakta secara sepihak di lapangan," kata Kementerian Pertahanan India.
"Angkatan Darat India berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan ketenangan melalui dialog, tetapi juga bertekad untuk melindungi integritas teritorialnya."
Di sisi lain, Beijing juga menolak klaim India, dengan mengatakan militer China tidak pernah melintasi LAC, perbatasan de facto antara dua negara.
"Menlu China pada Senin mengatakan pasukan perbatasan China selalu mematuhi Garis Kontrol Aktual dengan ketat dan tidak pernah melewati garis perbatasan. Pasukan perbatasan kedua negara telah berkomunikasi tentang masalah wilayah,” kata Global Times di Twitter tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Konflik antara India dan China memanas di sepanjang Garis Kontrol Aktual, garis perbatasan de facto antara kedua negara di wilayah Ladakh di Jammu dan Kashmir yang disengketakan.
Ketegangan perbatasan antara kedua negara berlangsung selama tujuh dekade.
China mengklaim wilayah di timur laut India, sementara New Delhi menuduh Beijing menduduki wilayahnya di dataran tinggi Aksai Chin di Himalaya, yang termasuk bagian dari wilayah Ladakh.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
