Pizaro Gozali İdrus
13 November 2017•Update: 13 November 2017
SANAA
Ribuan warga Yaman turun ke jalan-jalan di Ibukota Sanaa untuk memprotes penutupan pelabuhan Yaman oleh koalisi militer pimpinan Saudi.
Demonstran berkumpul di luar kantor PBB di tengah kecaman atas blokade dan serangan udara Saudi di Yaman.
Awal bulan ini, koalisi pimpinan Saudi menutup akses ke pelabuhan-pelabuhan Yaman menyusul serangan rudal balistik ke Riyadh oleh pemberontak Houthi.
Koalisi Saudi berpendapat penutupan tersebut diperlukan untuk menghentikan akses senjata pemberontak Houthi.
Minggu, pemberontak Houthi mengancam akan menyerang kapal perang dan kapal tanker minyak koalisi pimpinan Saudi sebagai balasan terhadap penutupan pelabuhan.
Minggu lalu, WHO memperingatkan banyaknya warga Yaman yang tewas akibat penutupan sejumlah pelabuhan.
“WHO dan lembaga kemanusiaan lainnya membutuhkan akses kemanusiaan segera dan tanpa hambatan ke Yaman,” ujar Direktur Eksekutif WHO untuk emergensi Peter Salama.
“Yaman masih terjangkit wabah kolera terbesar di dunia dan tujuh juta orang berada di ambang kelaparan, termasuk dua juta anak mengalami gizi buruk. Jika kita tak membawa makanan dan bantuan medis, kita tidak akan bisa menyelamatkan nyawa manusia.”
Negara Yaman yang miskin terus terlibat dalam perang sipil sejak tahun 2015 ketika pemberontak Houthi merebut sebagian besar negara tersebut, termasuk Sanaa.