Dandy Koswaraputra
25 Desember 2017•Update: 26 Desember 2017
Turgut Alp Boyraz dan Eshat Firat
YERUSALEM, Palestina
Dua dari 3 warga Turki yang kembali ditahan oleh polisi Israel di Yerusalem Timur setelah dibebaskan akan dideportasi, kata saudara lelaki salah satu tahanan tersebut, Minggu.
Tiga warga Turki tersebut dıtangkap di Mesjid al-Aqsa pada Jumat dan dibebaskan oleh pengadilan Israel, Sabtu.
Dua warga Turki, Abdullah Kizilirmak dan Mehmet Gargili, dituduh melawan dan memukul polisi Israel.
Warga Turki yang ke 3, Adem Koc, dituduh mengganggu ketertiban umum dan menghadiri demonstrasi illegal.
Bilal Kizilirmak, saudara lelaki Abdullah mengatakan kepada Anadolu Agency pada Minggu malam bahwa polisi memanggil Abdullah dan Gargill kembali ke kantor polisi
Setelah bisa mengontak saudaranya dan Garili beberapa jam, dia menhubungi Umeyr Amed Merrid, pengacara untuk warga Turki yang ditahan.
“Pengacara mengatakan saudara saya Abdullah Kizilirmak dan teman kami Mehmet Gargili dıtahan kembali lalu dideportasi dan sekarang diamankan di kota Ramla dekat Tel Aviv dan kemudian diserah-terimakan ke polisi ımigrasi,” kata Kizilirmak.
“Kizilirmak mengatakan bahwa meskipun pengadilan tidak memutuskan untuk mendeportasi, tetapi polisi mengambil inisiatif sendri,” kata dia.
Kizilirmak mengatakan mereka tidak tahu kapan dan kenapa mereka dideportasi, Kedubes Turki dan Konsulatnya memonitor perkembangan yang ada.
Polisi Israel menangkap Kizilirmak dan Kargili, yang sedang bersiap menjalankan ibadah sholat Jumat di Masjid al-Aqsa di Yerusalem, menurut sejumlah saksi.
Pada 6 Desember, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ıbu kota Israel meski ditentang banyak negara.
Keputusan Trump memicu kemarahan warga dunia dan memunculkn demonstrasi di berbagai negara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan para petinggi negara itu menjadi yang terdepan dalam menentang kebijakan Trump ini.
Pekan lalu, Sidang Umum PBB meloloskan resolusi menentang kebijakan presiden Amerika tersebut dengan hasil penentuan suara 128 melawan 9.