Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Februari 2019•Update: 26 Februari 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Pemerintah koalisi Kanselir Jerman Angela Merkel sedang mempertimbangkan mencabut kewarganegaraan warganya yang bergabung dengan kelompok teror Daesh, pejabat partai mengumumkan pada Senin.
Paul Ziemiak, sekretaris jenderal Serikat Demokrat Kristen (CDU), mengatakan kepada wartawan bahwa Kementerian Dalam Negeri telah menyiapkan rancangan undang-undang tentang masalah itu, tetapi Kementerian Kehakiman belum menyelesaikan tinjauannya.
"Kami memiliki perjanjian koalisi yang memperkirakan persiapan kerangka hukum untuk mencabut kewarganegaraan Jerman dari warga negara yang bergabung dengan Daesh," kata Ziemiak.
Dia menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk undang-undang baru itu dan meminta Menteri Kehakiman Katarina Barley, politisi Sosial Demokrat, untuk mempercepat prosesnya.
"Kami sekarang berharap Barley membuka jalan bagi undang-undang baru, sesegera mungkin," katanya.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump meminta negara-negara Eropa untuk mengambil kembali lebih dari 800 anggota Daesh yang ditangkap di Suriah.
Menurut media lokal, lebih dari 60 pejuang asing yang saat ini ditahan di Suriah utara melakukan perjalanan dari Jerman dan sekitar 40 di antaranya memiliki paspor Jerman.
Pemerintah Jerman tampak enggan untuk memenuhi permintaan Trump, di mana para pejabat mengungkapkan adanya masalah keamanan dan hambatan hukum.