Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Februari 2019•Update: 26 Februari 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Senin mengumumkan akan mengirim hampir USD56 juta bantuan kemanusiaan ke Venezuela.
Pengumuman oleh Departemen Luar Negeri itu disampaikan ketika Wakil Presiden Mike Pence berada di Kolombia untuk bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido di sela-sela KTT Lima Group untuk membahas situasi di Venezuela.
"Bantuan tersebut bertujuan untuk mendukung program tanggap regional bagi hampir 3,4 juta rakyat Venezuela yang telah meninggalkan negaranya karena krisis politik dan ekonomi yang disebabkan oleh Presiden Nicolas Maduro," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
Bantuan itu akan menyediakan dukungan tempat tinggal, makanan, layanan medis dan mata pencaharian yang sangat dibutuhkan yang akan membantu integrasi rakyat Venezuela yang telah melarikan diri ke negara lain di kawasan itu.
"Kami mendukung upaya dan kepemimpinan yang berani presiden sementara Guaido, anggota Majelis Nasional, warga negara dan mitra di kawasan itu untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan di Venezuela dan kami akan terus berupaya dengan mereka menuju tujuan itu," ungkap pernyataan tersebut.
Sejak 2017, AS telah menyediakan lebih dari USD195 juta, termasuk lebih dari USD152 juta dalam bentuk bantuan kemanusiaan dan sekitar USD43 juta dalam pembangunan dan bantuan ekonomi.
"Selain itu, seperti yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada 24 Januari, Amerika Serikat siap untuk menyediakan lebih dari USD20 juta dana tambahan untuk mendukung kegiatan bantuan kemanusiaan di Venezuela," kata Departemen Luar Negeri, menambahkan bagian dari dana tersebut akan menyediakan pasokan kemanusiaan di perbatasan dengan Kolombia dan Brazil.
Guaido, yang mengepalai Majelis Nasional Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara 23 Januari, sebuah langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin, menyusul protes yang mengguncang negara itu.
Turki, Rusia, Iran, Kuba, China dan Bolivia menegaskan kembali dukungan untuk Maduro, yang berjanji untuk memutuskan semua hubungan diplomatik dan politik dengan AS setelah pertikaian diplomatik.
Maduro menegaskan bahwa dia adalah korban kudeta yang diatur oleh AS di tengah krisis ekonomi dan kemanusiaan yang meningkat di negara itu.
Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), Venezuela mengalami kekurangan pangan dan obat-obatan yang meluas dan memiliki tingkat inflasi tertinggi di dunia.