Maria Elisa Hospita
15 Juli 2020•Update: 15 Juli 2020
Ruslan Rehimov, Jeyhun Aliyev
BAKU/ANKARA
Ribuan warga Azerbaijan berkumpul di depan gedung Majelis Nasional di ibu kota menuntut agar mereka dimobilisasi ke perbatasan.
Demonstran membawa bendera Azerbaijan dan meneriakkan "Karabakh adalah milik kita dan akan tetap menjadi milik kita!" untuk menunjukkan kesiapan mereka agar dikerahan ke perbatasan.
Mereka berbaris di jalan-jalan Baku untuk memprotes pendudukan Armenia atas Upper Karabakh dan serangan pasukan Armenia di perbatasan.
Sejak Minggu, pasukan Armenia melancarkan serangan ke tentara Azerbaijan di perbatasan hingga menewaskan sejumlah orang.
Serangan pasukan Armenia itu melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung karena mereka menargetkan posisi tentara Azerbaijan di distrik Tovuz di sepanjang perbatasan Azerbaijan-Armenia.
Mereka juga menembak beberapa kali di rumah-rumah di dekat perbatasan. Akibatnya, seorang warga sipil Azerbaijan tewas terkena tembakan artileri.
Selain itu, 11 tentara Azerbaijan tewas dan empat lainnya terluka dalam bentrokan tersebut.
Upper Karabakh adalah wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional telah diduduki secara ilegal melalui agresi militer Armenia sejak 1991.
Empat resolusi Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB menuntut penarikan pasukan Armenia dari Upper Karabakh dan tujuh wilayah pendudukan lainnya di Azerbaijan.