Muhammad Abdullah Azzam
01 Juli 2019•Update: 01 Juli 2019
Nour Mahd Ali Abu Aisha, Hamdi Yıldız
GAZA
Direktur Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Jalur Gaza, Mathias Shamali mengatakan blokade Israel yang berlanjut memperburuk keadaan ekonomi dan sosial di Gaza.
Shamali berbicara pada konferensi pers yang diadakan di Lembaga Rumah Pers, salah satu NGO di Gaza bahwa blokade Israel meningkatkan pengangguran serta menyeret ekonomi di Gaza ke titik kehancuran.
Terjadi peningkatan pada kasus depresi, bunuh diri dan penggunaan narkoba di 28 pusat kesehatan di Gaza, ungkap Shamali.
Shamali membagikan data yang terkumpul dari Pusat Statistik Palestina dan beberapa LSM yang mengungkapkan tingkat pengangguran di kota itu telah meningkat menjadi 52 persen dan angka kemiskinan melebihi 80 persen.
Shamali juga menekankan bahwa 70 persen populasi Gaza berhadapan dengan masalah keamanan pangan.
Berbicara tentang krisis keuangan yang dialami UNRWA, Shamali mengatakan jumlah bantuan yang dibayarkan dan dijaminkan kepada pihaknya mencapai total USD600 juta. Angka tersebut merupakan setengah dari anggaran tahunan mereka.
Shamali mengatakan bahwa Amerika Serikat hanya membayar USD60 juta tahun lalu dari USD360 juta yang dijanjikan kepada UNRWA setiap tahun.
Menurut Pusat Statistik Palestina, terdapat 5,9 juta pengungsi Palestina di dunia yang terdaftar oleh UNRWA. Sebanyak 2,1 juta di antaranya tinggal di Yordania, 1,4 juta di Gaza, setelah itu diikuti oleh Tepi Barat, Suriah dan Libanon.