Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Juli 2019•Update: 16 Juli 2019
Diyar Guldogan
ANKARA
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini meminta Iran untuk sepenuhnya mematuhi perjanjian nuklir 2015.
"Kami mengundang Iran untuk membatalkan [langkah-langkah] mereka dan kembali ke kepatuhan penuh. Saya ingin menjelaskan bahwa kami ingin melihat Iran kembali ke kepatuhan penuh seperti yang terjadi selama ini," kata Mogherini, setelah pertemuan Dewan Luar Negeri di Brussels, Senin.
Dia mengatakan kesepakatan itu mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
"Itu sudah efektif dan saya pikir semua orang mengakui bahwa saat ini tidak ada alternatif untuk kesepakatan itu," tambah Mogherini.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap tenang di kawasan dan menghindari peningkatan yang bisa membahayakan keamanan Uni Eropa.
Di bawah Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPoA), Iran sepakat untuk memusnahkan persediaan uranium yang diperkaya menengah dan memotong persediaan uranium yang diperkaya rendah sebesar 98 persen.
Namun, Iran baru-baru ini mengakui bahwa mereka telah melanggar batas pengayaan uranium 3,67 persen yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan nuklir 2015.
Pada Oktober 2017, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi menjadi anggota kesepakatan dan dengan demikian menarik diri dari perjanjian.