Pizaro Gozali Idrus
02 Maret 2020•Update: 02 Maret 2020
Pizaro Gozali Idrus
KUALA LUMPUR
Partai berkuasa Malaysia United Malay National Organizations (UMNO) pada Minggu mengatakan tidak gentar menghadapi mosi tidak percaya yang akan didorong oleh koalisi Pakatan Harapan (PH) terhadap Perdana Menteri Muhyiddin Yasin di parlemen.
Ketua Pemuda UMNO Asyraf Wajdi Dusuki mengatakan PH punya hak untuk menjalankan rencananya politiknya di parlemen dan akhirnya dapat berujung pada pembubaran parlemen.
“Tidak ada masalah jika mereka mengaku memiliki suara mayoritas di parlemen, yang penting jangan korbankan rakyat dengan konflik tak berkesudahan,” ujar Asyraf kepada Anadolu Agency.
Asyraf pun menantang PH untuk membuktikan klaimnya sebagai pemilik 112 suara di parlemen, sebagai ambang batas untuk membentuk pemerintahan baru.
“Parlemen adalah tempat terbaik untuk melakukan itu,” kata wakil menteri di Jabatan Perdana Menteri periode 2015-2018 itu.
Asyraf meyakini keputusan Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri adalah pilhan terbaik berdasarkan masukan dari para anggota parlemen.
Menurut dia, Malaysia telah mengalami kekisruhan politik selama sepekan semenjak Mahathir mengundurkan diri.
Dia menyampaikan tantangan utama Malaysia adalah bagaimana memulihkan kepercayaan investor agar ekonomi negerinya kembali stabil.
“Keputusan raja merupakan yang terbaik untuk rakyat dan negara untuk mengatasi krisis di Malaysia,” ujar dia.
Sebelumnya, Pakatan Harapan akan menjegal Perdana Menteri Muhyiddin Yasin melalui sidang parlemen pada 9 Maret mendatang.
Mahathir Mohamad, kandidat perdana menteri PH, sebelumnya menegaskan telah mengantongi suara mayoritas 114 dari total 222 suara parlemen untuk dapat dipilih sebagai perdana menteri.
Namun belakangan anggota parlemen Bukit Gantang Syed Abu Hussin Hafiz Syed Abdul Fasal dan anggota parlemen Sri Aman Masir Kujat menolak mendukung Mahathir, sehingga suara dukungan bagi Mahathir turun jadi 112.