Pizaro Gozali
JAKARTA
Provinsi berbasis Muslim di Malaysia pada Rabu menyatakan dukungan kepemimpinan kepada Perdana Menteri Mahathir Mohamad dalam memerintah Malaysia, lansir Bernama.
Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, Menteri Besar Kelantan Ahmad Yakob mengatakan pemerintahnya selalu mendukung pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Mahathir.
“Pemerintah negara bagian Kelantan yakin dan percaya pada kemampuan Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri dalam memimpin Malaysia dengan sukses hingga akhir masa jabatannya jika tidak ada yang mengganggu atau menghentikan proses administrasi,” ujar Yakob.
Yakob menyatakan Kelantan akan selalu siap bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam persoalan internal umat Islam dan kesejahteraan rakyat.
Dukungan dari Kelantan yang merupakan basis Partai Islam se-Malaysia (PAS) ini dilakukan di tengah rumor Anwar Ibrahim akan menggantikan Mahathir sebagai perdana Menteri.
Sebelumnya, Wakil Presiden PAS Mohd Amar Abdullah juga telah menyatakan dukungan kepada Mahathir.
Amar mengatakan langkah itu untuk melindungi Mahathir dari segala upaya untuk menjatuhkan pemerintahannya.
Amar mengatakan PAS akan memastikan 18 anggota parlemennya mendukung Mahathir jika terjadi sesuatu pada perdana menteri Malaysia itu.
“Saya ingin memperjelas dukungan kami untuk Mahathir lebih kepada posisinya sebagai Perdana Menteri. Ini demi Islam, bangsa, dan negara,” ujar Amar.
Amar menyatakan PAS sampai keputusan ini usai ada desas-desus tentang upaya oknum di Pakatan Harapan untuk menyingkirkan Mahathir Mohammad sebagai Perdana Menteri pada sidang parlemen bulan depan.
“Kami percaya ini tidak boleh terjadi karena Mahathir bahkan belum setahun telah menjadi Perdana Menteri,” ujar Amar.
“Itu tidak sehat secara politik dan demokratis. Karena itu, kami memutuskan untuk mendukung Mahathir,” tambah Amar.
Koalisi Pakatan Harapan mengalami perselisihan mengenai rencana Anwar Ibrahin untuk menggantikan Mahathir sebagai Perdana Menteri.
Anwar Ibrahim menegaskan akan menunggu untuk berkuasa di Malaysia hingga kurang dari dua tahun terakhir.
“Tentunya bukan lima tahun, karena dia (Perdana Menteri Mahathir Mohamad) sudah jelas hanya akan berkuasa setidaknya dua tahun,” ujar Anwar Ibrahim, ketika berada di New York pada Kamis lalu.
Mahathir juga menegaskan akan memberikan kekuasaan kepada Anwar Ibrahim saat berkampanye pada 2018.
Namun pada awal 2019, Ketua Sekretariat Pakatan Harapan Saifuddin Abdullah membantah ada kesepakatan di tubuh koalisi untuk mengganti Mahathir dalam dua tahun.
Pria yang juga Menteri Luar Negeri Malaysia itu menegaskan Anwar dapat menjadi Perdana Menteri setelah kekuasaan Mahathir berakhir.
news_share_descriptionsubscription_contact
