Politik, Dunia

Ukraina selidiki kasus rudal dalam kecelakaan pesawat di Iran

Presiden Ukraina meminta AS, Inggris dan Kanada memberikan data untuk mengkonfirmasi serangan rudal yang menyebabkan kecelakaan pesawat

Rhany Chaırunıssa Rufınaldo   | 10.01.2020
Ukraina selidiki kasus rudal dalam kecelakaan pesawat di Iran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato dalam konferensi pers bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tidak terlihat) di Kompleks Presiden, di Ankara, Turki, pada 07 Agustus 2019. (Metin Aktas - Anadolu Agency)

Moscou

Elena Teslova

MOSKOW

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat mengkonfirmasi bahwa dia tidak mengesampingkan serangan rudal sebagai penyebab jatuhnya pesawat Ukraina di Teheran pada 8 Januari.

Dalam sebuah pesan yang dirilis melalui Facebook, Zelensky meminta para pemimpin dunia, yang menuduh Iran menjatuhkan pesawat Ukraina International Airlines di Teheran pada Rabu, untuk memberikan data Ukraina guna mengkonfirmasikan kasus tersebut.

"Mengingat pernyataan terbaru oleh para pemimpin di media, kami meminta semua mitra internasional - khususnya pemerintah AS, Kanada dan Inggris - untuk menyediakan data dan bukti yang berkaitan dengan bencana kepada komisi investigasi," kata Zelensky.

Presiden menambahkan bahwa dia mengharapkan Iran memberikan semua informasi dan akses ke para ahli dari Ukraina ke setiap lokasi untuk melakukan penyelidikan yang tidak memihak.

Dia juga menyebutkan akan membahas kecelakaan itu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Jumat.

AS, Inggris dan Kanada mengatakan mereka memiliki bukti yang menunjukkan bahwa rudal darat-ke-udara Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina.

Iran membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan dan operasi psikologis yang dilancarkan AS.

Boeing 737-800 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran.

Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan puluhan rudal balistik yang menargetkan pasukan AS di Irak sebagai pembalasan atas pembunuhan Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Iran.

Sekitar 176 orang tewas dalam kecelakaan itu, termasuk warga negara Iran, Kanada, Ukraina, Swedia, Afghanistan, Jerman dan Inggris.



Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.