Burc Eruygur
07 Februari 2023•Update: 10 Februari 2023
ISTANBUL
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan puluhan anggota tim penyelamat dari negara itu akan diberangkatkan untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan di Turkiye, setelah provinsi di selatan negara itu dilanda gempa kuat pada Senin.
"Puluhan penyelamat Ukraina akan dapat membantu Turkiye, tetangga kami, teman kami, tanpa memberikan hambatan bagi layanan penyelamatan di Ukraina," kata Kuleba kepada media lokal pada Senin malam.
Kuleba mencatat bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri Ukraina terkait pengiriman petugas SAR ke Turkiye.
Dia juga mengatakan Kementerian Luar Negeri Ukraina menerima 20 laporan dari warga Ukraina yang tidak dapat menghubungi kerabat mereka di Turkiye.
"Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi mengenai korban, tapi sementara puing-puingnya diangkat, kami akan memperbarui informasi selanjutnya," kata dia.
Sebelumnya, Kuleba mengatakan Ukraina siap mengirim banyak petugas penyelamat ke Turkiye, tanpa merinci jumlah personel yang akan dikirim.
“Ukraina siap mengirim banyak petugas SAR ke Turkiye untuk membantu dalam menanggapi kondisi krisis. Kami bekerja sama dengan pihak Turkiye untuk mengoordinasikan penempatan mereka,” kata dia di Twitter.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyampaikan kesiapan Kyiv untuk memberikan “bantuan yang diperlukan untuk mengatasi dampak bencana” dalam sebuah pernyataan di Twitter, selanjutnya menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan dan rakyat Turkiye.
Setidaknya 3.549 orang tewas dan 22.168 lainnya mengalami luka-luka di 10 provinsi Turkiye akibat dua gempa kuat yang mengguncang bagian selatan negara itu pada Senin, menurut informasi terkini dari Badan Penanggulangan Bencana dan Kondisi Darurat Turkiye (AFAD) pada Selasa sore.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada pukul 04.17 pagi waktu setempat dan berpusat di distrik Pazarcik di provinsi selatan Kahramanmaras, selatan Turkiye.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 7 kilometer dan juga juga dirasakan di beberapa negara di kawasan, termasuk Lebanon dan Suriah. AFAD mengatakan bahwa 285 gempa susulan terjadi setelah gempa besar tersebut.