Maria Elisa Hospita
25 Oktober 2019•Update: 28 Oktober 2019
Ata Ufuk Seker
BRUSSEL
Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker mengklaim bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson "berbohong" selama kampanye referendum Brexit.
"Begitu banyak kebohongan yang dia sampaikan tentang realitas Eropa selama kampanye referendum," ujar Juncker dalam sebuah forum di Brussel.
Menurut Juncker, mantan perdana menteri David Cameron memintanya untuk tidak ikut campur selama kampanye referendum.
"Seharusnya saya turun tangan karena tidak ada satupun yang menyangkal atau melawan kebohongan yang disebarkan oleh Boris Johnson," kata dia lagi.
Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan blok Uni Eropa dalam referendum yang digelar pada Juni 2016.