Dunia

Turki peringatkan arus migrasi baru jika UE gagal tepati komitmennya

Ketua parlemen Turki menegaskan bahwa Turki sudah tidak bisa menampung migran lagi

Beyza Binnur Dönmez   | 20.09.2021
Turki peringatkan arus migrasi baru jika UE gagal tepati komitmennya Sebanyak 49 migran gelap, 4 di antaranya terluka, terlibat akibat kecelakaan saat melarikan diri dari tim gendarmerie di distrik Tusba, Van, Turki pada 21 Mei 2021. ( Özkan Bilgin - Anadolu Agency )

Ankara

Beyza Binnur Donmez

ANKARA

Turki tidak dapat menerima lebih banyak migran lagi, sementara arus migrasi baru kemungkinan besar tidak terhindarkan jika Uni Eropa tidak memenuhi janjinya.

Hal itu disampaikan Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop saat diwawancarai kantor berita Spanyol EFE selama kunjungan resminya ke Spanyol.

Mengenai saran dari beberapa politisi Eropa yang mengatakan gelombang pengungsi Afghanistan harus tinggal di Turki, Sentop menyebut saran itu "tidak bertanggung jawab, bertentangan dengan akal sehat dan keadilan".

"Selama UE tidak memenuhi janjinya dan mengambil inisiatif kemanusiaan yang diperlukan, gelombang migrasi tidak dapat dihindari," tegas Sentop.

"Turki tidak bisa menerima lebih banyak migran. Setiap orang harus memikul tanggung jawab mereka masing-masing," kata dia lagi.

Sentop mendesak UEuntuk memahami bahwa masalah migrasi "tidak dapat diselesaikan dengan bantuan keuangan saja".

"Namun, Uni Eropa bahkan tidak memenuhi kewajiban keuangannya," cetus dia.

Turki saat ini menampung sebanyak empat juta pengungsi, lebih banyak dari negara mana pun di dunia, di tengah tanda-tanda gelombang baru pengungsi Afghanistan yang hendak menuju Turki dan Uni Eropa.


Hubungan Turki-Spanyol

Mengenai hubungan antara Spanyol dan Turki, Sentop mengatakan bahwa kedua negara harus memperdalam hubungan bilateral mereka karena "mereka memiliki banyak kesamaan".

Kedua negara memiliki sejarah panjang, sejak perjanjian persahabatan pertama Spanyol-Ottoman tahun 1873 dan inisiatif Aliansi Peradaban 2005.

"Dalam sektor perdagangan, tujuan utama keduanya adalah meningkatkan volume perdagangan bilateral, yang sebelumnya USD12.000 juta sebelum pandemi, menjadi 20.000 juta," kata dia.

Ketua parlemen itu pun menyarankan agar kedua negara meningkatkan kerja sama dalam industri militer.

Sentop juga mengatakan Ankara mengandalkan Madrid dalam upayanya untuk bergabung dengan UE.

"Dukungan Spanyol sangat penting dalam menghadapi negara-negara yang berprasangka buruk terhadap Turki," kata dia lagi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın