Satuk Bugra Kutlugun
15 Mei 2018•Update: 15 Mei 2018
Satuk Bugra Kutlugun
ANKARA
Pemerintah Turki telah menyatakan tiga hari berkabung dalam solidaritas dengan Palestina untuk mengenang para martir hari Senin, Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag mengumumkan pada Senin malam.
Bozdag, yang membuat pengumuman setelah pertemuan Dewan Menteri di Ankara, mengatakan Amerika Serikat telah "melanggar" resolusi Dewan Keamanan PBB dengan membuka kedutaannya di Yerusalem pada Senin.
"Hari ini akan turun dalam sejarah sebagai Senin Berdarah bagi Muslim dan negara-negara Islam," kata Bozdag.
Dia juga mengatakan Turki telah menyerukan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam, yang akan diadakan pada hari Jumat.
"Status bersejarah dan spiritual Yerusalem tidak akan pernah berubah. Seperti sebelumnya, Yerusalem akan terus menjadi ibu kota Palestina yang merdeka," katanya
Bozdag juga mengatakan pemerintah Turki telah menarik kembali utusan di Tel Aviv dan Washington untuk konsultasi.
Setidaknya 55 warga Palestina tewas sebagai martir oleh tembakan tentara Israel pada Senin - dan ribuan lainnya terluka - selama unjuk rasa anti-pendudukan di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin dini hari untuk mengambil bagian dalam protes yang ditujukan untuk memperingati ulang tahun Nakba dan memprotes relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 90 demonstran Palestina telah tewas oleh tembakan Israel lintas-perbatasan, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Unjuk rasa akan mencapai puncaknya pada hari Selasa, 15 Mei, peringatan 70 tahun pendirian Israel - sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Malapetaka".