Nicky Aulia Widadio
29 Desember 2018•Update: 31 Desember 2018
Sibel Ugurlu
ANKARA
Turki mengutuk pemerintah Yunani karena memberi cuti tahanan kepada teroris sayap kiri Dimitris Kufodinas, pada Jumat.
Kufodinas merupakan terpidana organisasi teroris 17 November dan dia menjalani hukuman seumur hidup di Yunani karena kasus pembunuhan.
Dia adalah pelaku pembunuhan Atase Pers Turki Cetin Gorgu pada 1991, serta seorang penasihat Kedutaan Besar Turki di Athena Omer Haluk Sipahioglu yang ditembak mati di depan rumahnya pada 1994.
Sejumlah orang lainnya juga terluka dalam serangan terpisah oleh kelompok yang sama, yakni Penasihat Kedutaan Besar Turki di Athena, Deniz Bolukbasi, atase administrasi Nilgun Kececi dan pengemudi Adil Yildirim.
"Kami tegaskan bahwa cutinya seorang terpidana teroris yang merenggut nyawa para diplomat Turki tidak menghormati ingatan mereka dan keluarga mereka yang berduka," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
“Tindakan ini juga tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan gagasan keadilan serta perang melawan terorisme," tambah dia.
Kufodinas mendapat cuti empat hari pada Jumat dan ditambah dua hari karena berperilaku baik, sehingga totalnya menjadi enam hari.
Ini merupakan cuti keenam yang diberikan untuk Kufodinas dalam setahun.
Kelompok ’17 November’ aktif di Yunani pada 1975 dan 2002. Kelompok ini dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan 23 orang dalam 103 serangan, yang secara spesifik menargetkan warga negara Amerika Serikat, Inggris, Turki, dan Yunani.