Umar İdris
26 Oktober 2019•Update: 27 Oktober 2019
Sibel Morrow
ANKARA
Turki mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warga Turki, pada Jumat, agar tidak datang ke Irak ketika negara itu mengalami demonstrasi anti-pemerintah.
"Karena demonstrasi yang sedang berlangsung di berbagai provinsi di Irak, termasuk ibukota Baghdad, sejak 24 Oktober, kami sarankan warga kami untuk tidak bepergian ke daerah-daerah di mana peristiwa demonstrasi itu terjadi," kata kementerian luar negeri Turki, dalam sebuah pernyataan.
"Dianjurkan agar warga negara Turki yang saat ini di Irak mengikuti peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah Irak, menghindari tempat-tempat ramai dan waspada dengan keamanan pribadi mereka," tambahnya.
Pernyataan itu menyertakan nomor panggilan darurat Konsulat Turki di Irak (+90 312 292 29 29) untuk orang Turki yang ingin menghubungi kerabat di Irak dan nomor telepon (+964.790.190 94 06) dan alamat email (embassy.baghdad@mfa .gov.tr) di kedutaan Turki di Baghdad.
Paling tidak sebanyak 30 orang tewas dan lebih dari 2.300 orang lainnya terluka dalam protes anti-pemerintah yang meletus Jumat di dekat Zona Hijau Baghdad yang dibentengi.
Otoritas Irak memberlakukan jam malam di gubernur Basra, Wasit, Muthanna, Babil, Diwaniya, dan Dhi Qar, menurut sumber keamanan.
Irak mengalami protes anti-korupsi yang menewaskan ratusan orang dalam sebulan terakhir. Pemerintahan Irak berturut-turut telah gagal mengakhiri nepotisme dan korupsi ketika pemerintah saat ini berjuang untuk mengakhiri salah kelola dana publik.
Menurut Bank Dunia, Irak memiliki tingkat pengangguran kaum muda yang tinggi sekitar 25%. Itu juga peringkat sebagai negara ke-12 paling korup di dunia oleh beberapa organisasi transparansi.