Chandni
09 Februari 2018•Update: 10 Februari 2018
Dilar Baykan
ANKARA
Menteri Hubungan Uni Eropa Turki pada Kamis mengkritik AS dan beberapa negara UE yang mendukung organisasi teroris.
Lewat cuitan Twitter, Omer Celik mengatakan beberapa negara yang meminta bantuan Turki memerangi sejumlah kelompok teroris malah berpihak pada teroris di saat Turki menyerang mereka.
"Reaksi terhadap Operasi Ranting Zaitun menunjukkan adanya standar ganda dalam perang melawan terorisme," tambah Celik.
Pada Rabu, Celik mengkritik pernyataan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian yang mengatakan Turki menargetkan warga sipil dalam operasi itu dan "melanggar hukum internasional".
"Upaya Turki melawan terorisme masih menuruti hukum internasional. Mereka yang melanggar hukum adalah pihak yang memberikan senjata kepada PYD/YPG," terang Celik.
Dalam beberapa tahun terakhir, provinsi Hatay dan Kilis di Turki, yang terletak dekat perbatasan, mengalami lebih dari 700 serangan dari Afrin.
Sejak 21 Januari lalu, serangan roket dan mortir oleh kelompok teroris PYD/PKK di Afrin membunuh 7 warga sipil dan melukai 113 penduduk Hatay dan Kilis.
Pada 20 Januari, Turki resmi menggelar Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.
AS menganggap kelompok PYD/PKK/YPG sebagai "rekan stabil" untuk membantu mereka memerangi Daesh dan terus mempersenjatai mereka, walaupun ditentang keras oleh Turki.