Muhammad Abdullah Azzam
01 September 2020•Update: 01 September 2020
Behlul Cetinkaya, Mehmet Sah Yilmaz
ANKARA
Turki pada Senin mengecam kunjungan kelompok teroris yang berafiliasi dengan YPG/PKK ke Moskow, negara itu mendesak Rusia menghindari langkah-langkah melayani kepentingan teroris yang mengancam integritas wilayah Turki dan Suriah.
"Kami prihatin bahwa kelompok yang terdiri dari unsur-unsur yang disebut 'Dewan Demokratik Suriah', yang dipimpin oleh kelompok teroris PKK/YPG, akan diundang ke Federasi Rusia dan diterima di tingkat tinggi oleh pejabat Rusia," ungkap Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
Beberapa laporan mengindikasikan bahwa pertemuan tersebut mungkin telah dilakukan.
“Kami berharap Federasi Rusia bertindak sesuai dengan semangat Astana [proses perdamaian untuk Suriah] dan komitmen yang dibuat dalam format pertemuan Astana dan menghindari langkah-langkah yang akan menjadi agenda kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan PKK/YPG,” tambah pernyataan itu.
Kementerian Turki itu menggambarkan PKK/YPG sebagai "kelompok teroris yang menindas komunitas lokal di wilayah yang dikendalikan oleh kelompok itu dan mereka menyerang integritas teritorial Suriah dan mengancam keamanan nasional tetangga Suriah, terutama Turki."
Sejak 2016, militer Turki telah melancarkan operasi lintas batas ke Suriah utara untuk membebaskan penduduk setempat dari penindasan para teroris YPG/PKK dan melindungi Turki dari koridor teroris di perbatasannya.
Pernyataan itu menambahkan bahwa memerangi terorisme dalam segala bentuknya dan menentang agenda separatis yang merugikan keamanan nasional negara-negara tetangga serta integritas teritorial Suriah adalah komitmen bersama dalam Perjanjian Astana.
"Dalam pernyataan bersama yang dibuat sebagai hasil pertemuan yang diadakan oleh penjamin Astana di Jenewa pada 25 Agustus 2020, diumumkan sikap bersama terhadap agenda separatis formasi tidak sah," tambah pernyataan itu.
Pada 25 Agustus, Turki, Rusia, dan Iran menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas wilayah Suriah dalam pernyataan bersama di sela-sela pertemuan ketiga Komite Konstitusi Suriah yang diadakan di Jenewa.
Turki akan menyampaikan sikap protesnya terhadap pertemuan itu melalui delegasi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sedat Onal, yang mengunjungi Moskow untuk konsultasi politik.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.