Muhammad Abdullah Azzam
01 September 2020•Update: 02 September 2020
Muhammed Boztepe
ANKARA
Partai oposisi utama Turki pada Senin memperingatkan Uni Eropa (UE) agar tidak jatuh pada permainan Yunani di Mediterania, dan mengatakan Athena berusaha mengisolasi Turki di kawasan tersebut.
Penempatan militer Yunani baru-baru ini di pulau Meis merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian Paris tahun 1974, kata Faik Oztrak, juru bicara Partai Rakyat Republik (CHP).
Oztrak mengatakan pemerintah Turki seharusnya tidak mengizinkan pelanggaran kesepakatan internasional itu, dan seharusnya mengambil tindakan penting terhadap rancangan politik Yunani sambil memperkuat hubungan Turki dengan negara-negara kawasan.
Dia menambahkan bahwa UE tidak boleh tertipu oleh permainan Yunani tetapi harus bertindak dengan penuh tanggung jawab.
Jubir CHP menuturkan perselisihan harus diselesaikan sesuai dengan perjanjian internasional dan kepentingan negara-negara di kawasan.
Yunani mempermasalahkan eksplorasi energi Turki saat ini di Mediterania Timur, mencoba untuk mengklaim wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.
Turki adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania - telah mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dan menekankan bahwa pihaknya dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak di wilayah tersebut.
Ankara sebelumnya mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara TRNC - yang telah mengeluarkan lisensi perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum - dan administrasi Siprus Yunani di Siprus Selatan.