dunia

Turki deportasi jurnalis Belanda karena terlibat terorisme

Pemerintah Turki mengambil tindakan tersebut setelah mendapatkan laporan intelijen dari otoritas Belanda

Muhammad Abdullah Azzam  | 18.01.2019
Turki deportasi jurnalis Belanda karena terlibat terorisme Ilustrasi. (Foto file - Anadolug Agency)

Ankara

Aynur Ekiz

ANKARA 

Kepala komunikasi kepresidenan Turki Fahrettin Altun mengatakan bahwa negaranya pada Kamis pagi telah mendeportasi seorang jurnalis asal Belanda yang berafiliasi dengan Front Nusra di Suriah.

Pemerintah Turki mengambil tindakan tersebut setelah mendapatkan laporan intelijen dari otoritas Belanda.

“Kami mengambil keputusan tersebut usai mendapatkan laporan dari intelijen Belanda dan kami segera mengambil tindakan pencegahan,” cuit Altun via akun Twitternya.

"Anda tidak akan mengambil resiko, jJika intelijen negara asing yang terpercaya memberi tahu Anda bahwa ada warganya yang terlibat dengan terorisme,” ungkap Altun.

Altun mengungkapkan otoritas Belanda lah yang akan memberikan penjelasan mengapa mereka menyimpulkan warganya itu terlibat dalam terorisme. Altun menyebut tak akan mengomentari kredibilitas intelijen negara tersebut.

Sebelumnya, Altun menjelaskan Turki pada Kamis pagi telah mendeportasi Johanna Cornelia Boersma yang bertugas sebagai koresponden harian Belanda, Het Financieele Dagblad.

"Beberapa waktu sebelumnya polisi Belanda membagikan informasi intelijen kepada kami bahwa jurnalis asal Belanda itu memiliki koneksi dengan organisasi teroris,” ujar dia.

Altun menekankan bahwa Boersma dideportasi bukan karena aktivitas jurnalistik yang ia lakukan di Turki.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
@ilgilikonular
Bu haberi paylaşın