Turki, Politik, Dunia

Turki dan Mesir berperan penting pada perdamaian dan pembangunan regional

Wapres Turki Oktay mengatakan Ankara telah membuka pintunya untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara regional, terutama Mesir

Abdullah Yasin Güler   | 07.05.2021
Turki dan Mesir berperan penting pada perdamaian dan pembangunan regional Wakil Presiden Turki Fuat Oktay saat mengeluarkan pendapatnya, di Ankara, Turki, pada 6 Mei 2021. (Arda Küçükkaya - Anadolu Agency)

Ankara

ANKARA

Berdiri sebagai dua negara yang memiliki ikatan budaya, sejarah dan peran geopolitik yang penting, langkah bersama Turki dan Mesir akan berkontribusi pada perdamaian dan pembangunan regional secara signifikan, kata wakil presiden Turki pada Kamis.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan langsung oleh NTV, Wapres Turki Fuat Oktay mengomentari kebijakan politik luar negeri dan domestik Turki saat ini bersama dengan pertempuran yang sedang berlangsung melawan wabah virus korona baru.

Oktay mengatakan Ankara telah membuka pintunya untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara kawasan, terutama Mesir yang hubungan bilateral telah meningkat selama beberapa periode terakhir, atas dasar saling menghormati kedaulatan dan integritas teritorial.

"Kami memiliki hubungan selama 500 tahun, pengalaman bersama dan hubungan perdagangan, kemitraan dalam politik, hubungan antara rakyat Mesir dan Turki tidak pernah putus," ujar dia.

“Hubungan politik bisa saja naik turun dari waktu ke waktu,” sebut dia, tetapi dia menambahkan bahwa aksi bersama kedua belah pihak pasti akan menguntungkan kepentingan bersama.

Menurut Oktay, garis yang ditarik oleh Mesir soal cadangan gas alam dan minyak baru di wilayah Mediterania menghormati wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Turki yang ditetapkan melalui kesepakatan yurisdiksi maritim yang dicapai dengan Libya.

Selain itu, Turki dan Mesir tidak pernah memutuskan hubungan sepenuhnya, mereka memiliki komunikasi melalui beberapa saluran lain termasuk intelijen dan diplomasi, sebut dia, sambil menambahkan bahwa hubungan politik mereka dilakukan pada tingkat wakil menteri luar negeri untuk saat ini dan normalisasi penuh akan menguntungkan kedua belah pihak.

Antisipasi Covid-19 dan lockdown di Turki

Oktay mengatakan tindakan Turki melawan Covid-19 ditentukan bedasarkan analisis ilmiah dan data, di mana pemerintah telah berhasil mengendalikan pandemi dibandingkan dengan dunia selama satu setengah tahun terakhir.

Penguncian yang berlaku di tengah bulan suci Ramadan telah membuahkan hasil karena jumlah kasus telah berkurang dengan cepat menjadi 25.000, Oktay menambahkan bahwa niat sebenarnya negara itu adalah menurunkan jumlah kasus di bawah 5.000 sehingga warga Turki akan memiliki musim panas yang lebih baik.

Menyoroti peningkatan kesehatan secara nasional akan menguntungkan banyak sektor, terutama pariwisata dan jasa, wapres Turki mengatakan pemerintah juga menghitung dimensi finansial dari krisis beserta isu sosialnya, dan oleh karena itu Ankara menahan diri dari kebijakan lockdown penuh kecuali itu adalah suatu keharusan sejak awal pandemi.

Turki saat ini mempunyai 18 kandidat vaksin yang berbeda dan tujuh di antaranya telah mencapai tahap uji klinis, sebut dia.

Oktay juga mencatat bahwa pemerintah memastikan bantuan yang diperlukan bagi mereka yang mengembangkan vaksin.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın