Maria Elisa Hospita
12 Oktober 2018•Update: 12 Oktober 2018
Meltem Bulur, Zuhal Demirci, Tugcenur Yilmaz, Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Turki akan membuka kembali konsulatnya di beberapa kota-kota Irak, Mosul dan Basra.
"Kami membuka kembali konsulat di Basra dan Mosul yang sebelumnya harus ditutup karena alasan keamanan," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu setelah menemui Presiden Irak Barham Salih di Baghdad pada Kamis.
Cavusoglu mengatakan bahwa Turki terus berkomitmen untuk memberangus kelompok-kelompok teroris.
"Dalam perang melawan teror, Turki akan terus mengusir teroris di manapun mereka berada di bawah hukum internasional. Pertempuran ini bukan serangan, dan tak melanggar integritas teritorial Irak," tambah Cavusoglu, sambil menjelaskan bahwa Turki akan memerangi teror bersama dengan pemerintah Irak.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teror oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas tewasnya hampir 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Cavusoglu mengatakan bahwa Irak dan Turki bukan hanya negara tetangga, namun juga negara bersaudara, sehingga kedua negara harus menjalin kerja sama.
Mengenai kasus hilangnya wartawan Arab Saudi, Menlu Turki menegaskan kembali keinginan Turki untuk bekerja sama dengan Riyadh.
Turki akan berbagi fakta dari penyelidikan yang dilakukan oleh polisi dan intelijen negara itu kepada dunia.
Jamal Khashoggi menghilang sejak 2 Oktober, ketika dia mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul. Berbagai spekulasi menyebutkan bahwa dia telah dibunuh oleh pemerintah Saudi.
Hingga saat ini, pemerintah Saudi belum memberikan keterangan yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara - terutama Turki, AS, dan Inggris - telah mendesak agar masalah ini diusut sesegera mungkin.
Menurut tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, Khashoggi pertama kali tiba di Konsulat Saudi di Istanbul pada 28 September.
Setelah diberi tahu bahwa dokumennya akan siap dalam seminggu, Khashoggi pergi ke London dan kembali ke Istanbul pada 1 Oktober.
Khashoggi pun menelepon konsulat dan diberi tahu "bahwa dokumen sedang dipersiapkan" dan dia bisa datang langsung ke konsulat. Dia mendatangi gedung diplomatik pada 2 Oktober dengan Cengiz, namun tak pernah terlihat keluar dari sana.
Di hari yang sama, 15 orang Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mendatangi konsulat di mana Khashoggi berada.