Maria Elisa Hospita
18 Juni 2020•Update: 18 Juni 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan memediasi sengketa perbatasan antara India dan China.
"Presiden akan terus mengamati perkembangan situasi di sana. Namun, saat ini tidak ada rencana mediasi," kata juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany, pada Rabu.
AS pun menyatakan belasungkawa atas gugurnya sejumlah tentara India selama bentrokan dengan militer China di perbatasan.
Sebelumnya, pada Selasa, India mengonfirmasi bahwa sedikitnya 20 tentaranya tewas dalam bentrokan di Lembah Galwan di Ladakh.
Bentrokan di perbatasan itu dimulai sejak 5 Mei di Ladakh, kemudian berlanjut di lintasan Nakula di Provinsi Sikkim, dan di timur laut India tiga hari kemudian.
Ini adalah pertama kalinya sejak 1975 China dan India terlibat dalam bentrokan militer di perbatasan mereka.
Sengketa perbatasan antara kedua negara telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade.
China mengklaim wilayah di timur laut India, sementara New Delhi menuduh Beijing menduduki wilayahnya di dataran tinggi Aksai Chin di Himalaya, yang termasuk bagian dari wilayah Ladakh.