Astudestra Ajengrastrı
26 September 2018•Update: 26 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump pada Selasa membela keputusan kontroversialnya untuk secara sepihak keluar dari kesepakatan yang menerapkan pembatasan keras pada program nuklir Teheran, mengatakan bahwa keputusan ini dipuji oleh tetangga-tetangga Iran.
Dalam pidato keduanya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB, Trump berkata para pemimpin Iran, "menimbulkan kekacauan, kematian dan pengrusakan. Mereka tidak menghormati tetangga-tetangganya, atau perbatasan-perbatasannya, atau hak kedaulatan negara-negara lain."
"Alih-alih, para pemimpin Iran menguras sumber daya negaranya untuk memperkaya diri sendiri dan menyebarkan kekacauan di Timur Tengah dan di mana-mana," kata dia.
Dia menunjuk pada dukungan yang diberikan Iran untuk rezim Suriah, menyalahkannya sebagai alasan kuat negara itu kini mengalami krisis kemanusiaan, juga atas dukungan Teheran kepada pemberontak Houthi di Yaman.
Trump meneruskan dengan memperingatkan Bashar al-Assad untuk tak memakai senjata kimia, menyatakan ke hadapan Majelis Umum untuk "yakinlah, Amerika Serikat akan merespons senjata kimia yang diluncurkan oleh rezim Assad."
"Tujuan bersama kita seharusnya deeskalasi konflik militer, juga solusi politik yang menghormati keinginan masyarakat Suriah. Dalam kesia-siaan ini, kami meminta dengan sangat agar proses perdamaian yang dipimpin oleh PBB bisa dimulai kembali," ujar dia.
Trump berkata para negara tetangga Iran "telah membayar mahal" karena agenda-agenda Teheran, yang menurutnya membuat "begitu banyak negara di Timur Tengah" mendukung keras "keputusan saya untuk menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran 2015 yang mengerikan, dan menjatuhkan kembali sanksi-sanksi nuklir."
"Kami meminta semua negara untuk mengisolasi rezim Iran selama kekerasan mereka terus berlanjut," ujar Trump.
Trump menarik Wahington dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 pada Mei, meski menghadapi pertentangan keras dari sekutu-sekutu AS di Eropa yang mencoba mencari cara untuk membatasi program nuklir Iran, dan diterima Teheran dengan balasan pelepasan sanksi bernilai jutaan dolar.
Keenam pihak lain kesepakatan itu -- Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, China dan Iran -- mengumumkan pada Senin adanya sistem baru di dalam UE untuk menfasilitasi pembayaran kepada Iran dengan adanya sanksi-sanksi dari AS.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Federica Mogherini berkata kepada wartawan bahwa kebijakan legal -- yang dikenal dengan nama "Kendaraan Khusus" ini -- akan "memfasilitasi transaksi resmi dengan Iran, dan mengizinkan perusahaan-perusahaan Eropa untuk meneruskan berdagang dengan Iran."
Mogherini berkata sistem ini "bisa terbuka untuk negara-negara lain di dunia."
Trump dijadwalkan menjadi pembicara kedua di Sidang Majelis Umum PBB, namun terlambat datang ke rapat multilateral ini, membuat Presiden Ekuador Lenin Moreno harus memajukan jadwal pidatonya. Trump mejadi pembicara ketiga.
Dalam banyak cara, Trump sepertinya mengalihkan fokus yang diberikannya kepada Korea Utara saat pidato PBB pertamanya pada 2017 dengan Iran. Soal Korea Utara, dia berkata usaha AS telah "menggantikan momok konflik ini dengan mendorong dengan berani kesepakatan perdamaian"
Trump dalam pidatonya juga berterima kasih kepada Pemimpin Korut Kim Jong-un "untuk keberanian dan langkah-langkah yang telah diambilnya", namun mengatakan sanksi-sanksi AS masih akan berlaku walaupun Kim meminta pengangkatan sanksi sebagai imbalan atas usaha Pyongyang.
Presiden kemudian meminta OPEC untuk menurunkan harga minyak, berkata bahwa negara-negara anggotanya "merampok negara lainnya di dunia, dan saya tak menyukainya."
Dia mengkritik anggota kartel minyak tersebut, banyak di antaranya adalah sekutu AS, berkata bahwa AS membela "banyak dari negara ini tanpa balasan, dan mereka mengambil keuntungan dari kami dengan memberi harga minyak yang tinggi."
"Kami ingin mereka berhenti menaikkan harga, kami ingin mereka mulai menurunkan harga, dan mereka harus memberikan kontribusi penting untuk perlindungan militer sejak saat ini. Kami tidak akan menerima -- harga yang sangat tinggi ini -- lebih lama lagi," ujar dia.