Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 September 2018•Update: 26 September 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
NATO dan Rusia mengalami perselisihan "serius" dalam sejumlah masalah, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada Selasa.
"Saya menyambut baik kesempatan untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov hari ini. NATO dan Rusia memiliki perselisihan yang serius mengenai sejumlah masalah, yang membuat dialog kami menjadi lebih penting," kata Stoltenberg kepada wartawan di sela-sela Rapat Majelis Umum PBB di New York.
"Hari ini kami mendiskusikan latihan dan sikap militer, termasuk latihan Vostok baru-baru ini di Rusia serta latihan Trident Juncture yang akan datang," tambahnya.
Dia juga mengangkat kekhawatiran NATO tentang "tindakan agresif" Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina dan menyatakan solidaritas yang kuat oleh NATO dengan Inggris menyusul dugaan serangan agen saraf Rusia Maret ini.
Dalam serangan itu, mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia diracuni oleh agen saraf di kota Salisbury, Inggris selatan. Pemerintah Inggris menyalahkan Rusia atas insiden itu, menghubungkan agen saraf dengan serangkaian senjata kimia yang dikembangkan Rusia secara kolektif yang dikenal sebagai Novichok.
Kremlin dengan tegas membantah bertanggung jawab dalam kasus ini. Sejak saat itu, Skripal telah pulih dari percobaan pembunuhan.
Stoltenberg dan Lavrov juga setuju untuk melanjutkan hubungan.