Turki, Dunia

Trump: Pemerintahan Obama berbuat kesalahan besar soal Turki

Trump mengungkapkan pihaknya mengalami situasi yang sangat sulit dalam memberikan sanksi terhadap Turki

Muhammad Abdullah Azzam   | 19.07.2019
Trump: Pemerintahan Obama berbuat kesalahan besar soal Turki Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Washington

Hakan Çopur

WASHİNGTON

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan pemerintahan Obama telah berbuat kesalahan dengan tidak menjual sistem pertahanan ke Turki.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutter di Gedung Putih, Presiden AS Trump menuturkan pernyataan berbeda mengenai Turki dari pernyataan sebelumnya.

"Ini adalah situasi yang sangat sulit dalam banyak hal. Jadi kami sekarang sedang mempertimbangkan apa yang bisa kami lakukan. Kami belum mengumumkan (keputusan) kami," ungkap Trump.

“(Seharusnya) pemerintahan sebelumnya (Barack Obama) dapat melakukan hal yang lebih baik lagi. Pemerintahan sebelumnya melakukan kesalahan yang sangat besar mengenai Turki dan itu sangat buruk,” lanjut Trump.

Di sisi lain, sebelum bertemu dengan Rutte, usai menghadiri acara perayaan Olimpiade Penyandang Cacat AS, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki.

Seorang wartawan melontarkan pertanyaan "Apakah Anda akan memberikan sanksi kepada Turki?".

Trump pun menjawab "Tidak. Kami tidak mengurus itu sekarang."

Pada hari sebelumnya Gedung Putih mengumumkan bahwa Turki tak lagi menjadi bagian dari proyek F-35 setelah negara tersebut menerima sistem S-400 Rusia.

Selain itu, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) juga mengungkapkan negaranya menghargai kemitraan strategis dengan Turki.

“Departemen Pertahanan dan pemerintah AS telah menjalin kerja sama erat untuk memetakan jalur alternatif yang akan memungkinkan Turki untuk memperoleh sistem pertahanan udara dengan standar aliansi NATO dan mempertahankan partisipasi Turki dalam kemitraan F-35,” ungkap Kepala Akuisisi dan Pengadaan Pentagon Ellen Lord.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın