Maria Elisa Hospita
04 Februari 2019•Update: 05 Februari 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu mengatakan bahwa intervensi militer di Venezuela adalah "sebuah pilihan" setelah Washington mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu.
"Saya tidak ingin mengatakan itu. Tapi tentu saja itu menjadi sebuah pilihan," kata Trump saat diwawancarai Margaret Brennan dari program CBS "Face the Nation".
Pernyataan Trump muncul sebagai jawaban atas pertanyaan tentang keamanan nasional AS dan apakah Washington akan melakukan intervensi di negara Amerika Latin itu.
Trump juga mengatakan bahwa dia telah menolak permintaan Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mengadakan pertemuan "beberapa bulan yang lalu", karena AS sudah dalam proses kerja sama dengan Guaido.
"Saya memutuskan 'tidak' pada saat itu, karena begitu banyak hal yang mengerikan terjadi di Venezuela. Itu adalah negara terkaya di Amerika Latin, tapi sekarang kita hanya menyaksikan kemiskinan dan kesedihan di sana," tambah dia.
Ketegangan memuncak di Venezuela sejak 23 Januari, ketika pemimpin Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara.
AS, Kanada, dan sebagian besar negara Amerika Latin telah mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela, tetapi hingga saat ini Maduro menolak seruan untuk mundur.
AS telah memimpin kampanye internasional untuk memberlakukan tekanan ekonomi dan diplomatik pada Maduro, termasuk pemberian sanksi kepada perusahaan minyak milik negara.
Pada Sabtu, Maduro mengusulkan untuk memajukan pemilihan umum untuk Majelis Nasional yang sebelumnya dijadwalkan akan digelar tahun depan.