Chandni
07 Februari 2018•Update: 08 Februari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menutup pemerintahan AS pada Selasa bila pihak Demokrat tidak menyetujui reformasi imigrasinya.
"Bila kita tidak mengubahnya, kami akan melakukan shutdown dan itu akan baik bagi negara," kata Trump. "Saya ingin melihat shutdown terjadi bila kita tidak bisa mengurus masalah ini. Jadi kami harus menguatkan perbatasan kami, bukan sedikit tapi banyak."
Presiden AS itu ingin menutup program lotere visa keragaman serta menghentikan "imigrasi berantai" berdasarkan hubungan keluarga.
Trump juga meminta dana untuk pembangunan perbatasan dengan Meksiko.
Sebagai gantinya, dia bersedia membuka kesempatan memperoleh kewarganegaraan bagi sekitar 1,8 juta imigran "Dreamers" - imigran yang dibawa masuk ke AS oleh orangtua mereka ketika masih kecil atau bayi.
Pejabat-pejabat AS memiliki waktu hingga Kamis untuk membahas sumber dana pemerintahan setelah shutdown pendek pada Januari dihentikan dengan pengesahan anggaran jangka pendek.
Bila kesepakatan itu tidak ditandatangani Trump, Jumat nanti pemerintah AS akan ditutup lagi.
"Kami akan shutdown karena pihak Demokrat tidak mementingkan keamanan dan mereka tidak ingin menjaga militer kami," kata Trump.
Di sisi lain, Senator Chuck Schumer mengatakan proses negosiasi dan perundingan melihat "kemajuan yang cukup signifikan" dalam perumusan anggaran.
"Kami hampir sepakat," kata Schumer. "Kesempatan terbaik untuk kerja sama adalah dalam anggaran."