01 Agustus 2017•Update: 01 Agustus 2017
Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA, Filipina
Tiongkok dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah sepakat untuk mengesahkan kerangka kode etik Laut Cina Selatan yang sedang dalam sengketa, kata Departemen Luar Negeri Filipina, Senin malam.
Menurut kementerian, kerangka ini akan disahkan dalam pertemuan 6 Agustus di Manila.
Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Cina Selatan, termasuk sekelompok pulau, area terumbu karang, dan pulau karang. Negara lainnya seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga bersaing mengklaim wilayah perairan tersebut.
“Kami berharap ASEAN dan kementerian luar negeri Cina akan mengesahkan kerangka kode etik Laut Cina Selatan dalam pertemuan mereka, Minggu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Robespierre Bolivar, seperti yang dilaporkan oleh situs berita Inquirer.
Setelah disetujui oleh kementerian, kerangka kerja tersebut akan disampaikan pada pimpinan-pimpinan negara ASEAN yang akan bertemu pada November. Bolivar juga mengatakan bahwa pengesahan kerangka tersebut akan memperkuat komitmen ASEAN dan Tiongkok untuk merundingkan kode etik sebagai penyelesaian sengketa perairan.
ASEAN – organisasi regional yang terdiri dari 10 negara, yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam – akan memperingati 50 tahun berdirinya pada 8 Agustus. ASEAN bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan, serta mendorong pertumbuhan dan kerja sama ekonomi antar negara-negara anggotanya.