Tingkat kelaparan di Kongo meningkat dua kali lipat
Sekitar 15 juta orang, termasuk wanita dan anak-anak, di Republik Demokratik Kongo kekurangan makanan pada 2018
Nayrobi
Andrew Wasike
NAIROBI, Kenya
Sekitar 15 juta orang, termasuk wanita dan anak-anak, di Republik Demokratik Kongo kekurangan makanan pada tahun 2018, naik dari 7,7 juta tahun lalu.
“Situasi kelaparan yang memburuk terkonsentrasi di sepuluh provinsi yang paling terpengaruh oleh kekerasan,” kata Dewan Pengungsi Norwegia dalam sebuah pernyataan, mengutip laporan Program Pangan Dunia, Organisasi Pangan dan Pertanian serta Kementerian Pertanian Kongo.
"Ada juga laporan tentang wanita dan anak-anak perempuan di Kivu Utara yang melakukan prostitusi demi mencari uang untuk membeli makanan, serta beberapa pria dan anak laki-laki yang bergabung dengan kelompok bersenjata hanya untuk menerima makanan sehari-hari," katanya.
“Kami menyaksikan tingkat darurat kelaparan dan kekurangan gizi di setiap kota dan desa di mana kami beroperasi,” kata Ulrika Blom, direktur negara Dewan Pengungsi Norwegia untuk Kongo.
Blom mengatakan bahwa mereka telah menyaksikan orang-orang memakan biji mentah yang mereka terima untuk ditanam dalam upaya memuaskan rasa lapar mereka.
Menurut laporan itu, produksi pangan di Kongo telah menurun drastis dalam 12 bulan terakhir.
Tingkat produksi makanan pokok seperti jagung, ubi kayu dan beras telah mengalami penurunan rata-rata 39 persen dibandingkan dengan musim sebelumnya.
