Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Mei 2020•Update: 19 Mei 2020
TRIPOLI
Tentara Libya mengalahkan milisi pimpinan panglima perang Khalifa Haftar dan berhasil merebut dua kota di dekat perbatasan Tunisia.
Pengepungan kedua kota itu diumumkan oleh kantor media Operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Api Kemarahan) yang dipimpin Pemerintah Libya.
"Kekuatan kepahlawanan kami telah memasuki Kota Badr dan Tij di tengah sambutan dari penduduk mereka," kata kantor media itu dalam sebuah pernyataan di Facebook, Selasa.
TV Februari yang berbasis di Libya menayangkan video yang menunjukkan penyebaran kendaraan militer Libya di Kota Badr setelah merebutnya dari milisi Haftar.
Pada Senin, tentara Libya mengumumkan mereka berhasil menguasai pangkalan udara Al-Watiya, yang berada di bawah kekuasaan Haftar selama sekitar enam tahun.
Pasukan Haftar melancarkan serangan ke pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
*Bassel Ibrahim berkontribusi pada berita ini dari Ankara