Maria Elisa Hospita
08 Desember 2020•Update: 11 Desember 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Taiwan pada Senin mengungkapkan bahwa mereka memiliki dua kesepakatan pertahanan lagi dengan Amerika Serikat senilai USD8 miliar.
Menurut Wakil Menteri Pertahanan Chang Che-ping, kesepakatan itu sedang direncanakan untuk tahun 2021, meskipun dia tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.
Di bawah pemerintahan Donald Trump, Washington menjual senjata ke Taipei senilai USD 5,5 miliar tahun ini, sehingga membuat hubungan Washington dengan Beijing semakin tegang.
Beijing menganggap kesepakatan itu sebagai pelanggaran "Kebijakan Satu China."
AS secara resmi mengakui China pada 1979 dan di bawah Three Communiques, Washington mengalihkan hubungan diplomatik dari Taipei ke Beijing, sehingga memasukkan Taiwan sebagai bagian dari China daratan.
Untuk pertama kalinya sejak AS dan Taiwan menghentikan hubungan bilateral pada 1979, keduanya melanjutkan pelatihan militer bilateral bulan lalu.
China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Taipei terus mengupayakan kemerdekaannya sejak 1949 dan menjalin hubungan diplomatik dengan 16 negara dan wilayah.
Kepala Staf Angkatan Udara Huang Chih-wei juga mengatakan bahwa Taiwan akan membeli tambahan rudal pertahanan udara Patriot Advanced Capability-3 [PAC-3] dari AS.
Taiwan dilaporkan membeli tambahan pencegat 300 Patriot Advanced Capability 3 (PAC-3) Missile Segment Enhancement (MSE) dari Washington tahun depan.