Turki, Dunia

Sudan berterima kasih kepada Anadolu Agency karena bantu korban perang

Duta Besar Sudan di Ankara berterima kasih kepada Anadolu Agency Turki karena telah membantu memulangkan wanita Sudan yang terjebak di Suriah

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 17.01.2019
Sudan berterima kasih kepada Anadolu Agency karena bantu korban perang Ilustrasi. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Burak Karacaoglu dan Esref Musa

IDLIB, Suriah 

Pejabat kedutaan besar Sudan pada Rabu mengucapkan terima kasih kepada Anadolu Agency dan pemerintah Turki serta lembaga bantuan kemanusiaan karena telah membantu memulangkan seorang wanita Sudan yang terjebak di Suriah.

Selain kepada Anadolu Agency, Fadlallah juga berterima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri dan Luar Negeri Turki, kepolisian dan Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul karena menyediakan akomodasi, makanan, pakaian dan perawatan medis untuk Hano.

Hano (34), yang sudah tinggal di Suriah selama delapan tahun, mengatakan bahwa dia sangat senang bisa kembali ke negaranya.

"Hari ini saya akan kembali ke negara saya, jadi saya sangat bahagia. Keluarga saya akan melihat anak-anak saya untuk pertama kalinya dan anak-anak saya akan melihat Sudan untuk pertama kalinya. Kami berterima kasih kepada Anadolu Agency karena menceritakan kisah kami kepada dunia," ungkapnya.

Hano juga berterima kasih kepada IHH karena membawa mereka ke Turki.

Hano dan keempat anaknya akan dipulangkan ke ibu kota Sudan, Khartoum.

Pada 2011, Hano tiba di provinsi Idlib untuk bertemu keluarga suaminya, tetapi kemudian dia terjebak di tengah perang sipil yang melanda negara itu.

Setelah sang suami meninggalkannya, Hano dan anak-anaknya berjuang untuk bertahan hidup di sebuah kamp pengungsi.

Setelah Anadolu Agency menulis tentang kisah Hano pada November lalu, Yayasan Bantuan Kemanusiaan mulai berupaya untuk mengembalikannya ke Sudan.

Kelompok amal Turki itu telah banyak membantu para korban perang sejak awal perang sipil Suriah.

Suriah baru saja mulai keluar dari konflik yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak demonstran dengan tingkat kekerasan yang tidak terkira.

Ratusan ribu warga sipil terbunuh atau terlantar akibat konflik, terutama oleh serangan udara rezim yang menargetkan daerah-daerah yang dikuasai oposisi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.