NEW DELHI
Sri Lanka memberlakukan jam malam secara nasional hingga Kamis pagi di tengah protes, menurut pemberitahuan resmi yang dikeluarkan pada Rabu.
"Hal ini diperlukan untuk menjaga ketertiban umum di daerah-daerah yang ditentukan ... Saya, Ranil Wickremesinghe ... mengumumkan bahwa tidak ada orang yang boleh berada di jalan umum, kereta api, taman umum, tempat rekreasi umum atau tempat umum lainnya atau pantai mulai pukul 12.00 tanggal 13 Juli 2022 hingga pukul 05.00 tanggal 14 Juli 2022," demikian bunyi pemberitahuan tersebut.
Pemberitahuan itu muncul setelah Lembaran Luar Biasa yang dikeluarkan oleh Presiden Gotabaya Rajapaksa menunjuk Perdana Menteri Wickremesinghe untuk "melaksanakan, melaksana kekuasaan, tugas & fungsi Kantor Presiden yang berlaku mulai 13 Juli 2022."
Sebelumnya pada hari itu, bentrokan pecah antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa di dekat parlemen, dengan beberapa terluka dari kedua belah pihak, menurut media setempat.
Rajapaksa telah melarikan diri ke Maladewa pada Rabu dini hari dan diperkirakan akan menuju ke Singapura dari Maladewa, menurut Daily Mirror Online yang berbasis di Kolombo.
Wickremesinghe pada Rabu mengumumkan keadaan darurat sebagai penjabat presiden.
Di tengah protes massal setelah krisis ekonomi yang memburuk, Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yapa Abeywardena mengatakan pada Sabtu bahwa presiden akan mengundurkan diri pada 13 Juli.
Perkembangan itu terjadi setelah ribuan pengunjuk rasa menyerbu istana kepresidenan di Kolombo dan juga membakar rumah perdana menteri.
Lumpuh oleh kekurangan devisa setelah runtuhnya ekonomi yang bergantung pada pariwisata, negara pulau berpenduduk 22 juta orang itu telah gagal membayar semua utang luar negerinya. Mereka tidak mampu membayar bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya, yang mengakibatkan protes anti-pemerintah.
Kurangnya bahan bakar untuk menjalankan pembangkit listrik pada gilirannya menyebabkan pemadaman listrik setiap hari.
Sekolah telah ditutup dan pegawai negeri telah diminta untuk bekerja dari rumah.
Pemerintah sedang bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk paket bailout.
Para pengunjuk rasa menyalahkan dinasti politik Rajapaksa atas krisis tersebut, dan salah satu saudara Rajapaksa, Mahinda Rajapaksa, mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Mei.
Protes berbulan-bulan menuntut pengunduran diri Presiden Rajapaksa, yang pemerintahnya disalahkan atas salah urus keuangan Sri Lanka yang kronis.
news_share_descriptionsubscription_contact
