Muhammad Abdullah Azzam
03 Januari 2018•Update: 03 Januari 2018
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki merilis pernyataan terkait demonstrasi massal yang berujung kerusuhan di Iran, “kami berharap semua peristiwa kekerasan yang dapat memicu ketegangan dihindarkan, serta semua pihak tidak termakan provokasi. Segala bentuk intervensi luar perlu dijauhkan,” tulis pernyataan resmi kemenlu Turki, Selasa.
Dalam pernyataan tersebut, Turki menyayangkan akan tewasnya para demonstran dalam beberapa aksi protes menentang pemerintah Iran sejak 28 Desember lalu.
Turki menyampaikan keprihatinan atas berita perusakan bangunan dan fasilitas umum dalam aksi demonstrasi tersebut.
Departemen Luar Negeri Turki mengungkapkan, Turki yakin persaudaraan dan persahaban yang selama ini sudah terjalin dengan Iran akan menjadi ajang untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas sosial (di wilayah).
“Dalam hal ini, kami percaya bahwa Presiden Hassan Rouhani telah memberikan hak kepada para rakyatnya yang ingin menyuarakan aksi protes secara damai, tetapi presiden (Iran) juga mengingatkan kepada rakyat untuk melakukan demonstrasi yang tidak melanggar undang-undang tersebut negara dan tidak merusak bangunan dan fasilitas publik.”
Sejak Kamis lalu, aksi demonstrasi Kelompok anti-rezim Iran digelar tanpa seruan dari satu partai politik di Iran. Para demosntran berkumpul di kota Mashhad, Iran untuk memprotes kondisi ekonomi di negara tersebut. Aksi demonstrasi tersebut telah menyebar ke banyak kota, dan berubah menjadi gerakan protes oposisi anti-rezim.