Gökhan Ergöçün
13 Agustus 2021•Update: 13 Agustus 2021
ISTANBUL
Rovio pengembang game asal Finlandia – pencipta game Angry Birds yang terkenal – telah sepakat untuk membeli Ruby Games, menurut rilis resmi Rovio pada Kamis.
Pengembang game mobile hyper-casual Ruby adalah perusahaan di belakang Hunter Assassin, game keenam yang paling banyak diunduh di dunia tahun lalu, kata perusahaan Finlandia itu dalam siaran pers.
Pada langkah pertama, tahun ini Rovio akan membeli 20 persen saham perusahaan Turki itu seharga USD10 juta.
Pada 2022 nanti, Rovio akan mengakuisisi 50 persen saham Ruby dengan jumlah harga berdasarkan kinerja keuangan perusahaan Turki tersebut, tetapi tidak melebihi USD80 juta.
Langkah kedua akan dibayar 60 persen dalam bentuk tunai dan 50 persen dalam saham Rovio.
"Sisa 30 persen saham Ruby yang beredar akan dibeli dalam lima tahapan yang sama selama lima tahun ke depan dengan minimal 50 persen tunai dan sisanya tunai atau saham dengan penilaian berdasarkan kinerja keuangan Ruby," ungkap Rovio.
CEO Rovio Alexandre Pelletier-Normand mengatakan akuisisi tersebut merupakan langkah penting bagi strategi pertumbuhan Rovio untuk memasuki pasar hiper-casual yang berkembang pesat.
"Ruby Games telah meluncurkan beberapa game yang sukses dan rasio hit mereka sangat mengesankan," tutur dia.
Mert Can Kurum, CEO Ruby Games, menekankan bahwa langkah ini membuka babak baru bagi perusahaan Turki, dan dia mengatakan bahwa keahlian Rovio akan membantu perusahaannya mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Siaran pers itu mengatakan pada paruh pertama tahun ini Ruby Games menghasilkan pendapatan sebesar USD7,8 juta.
Perusahaan ini juga menggarisbawahi bahwa Ruby Games, yang didirikan pada 2018, memiliki tim beranggotakan 34 orang yang berbakat dan gesit di bidang game seluler yang hiper-casual.
"Sejak 2018 Ruby Games telah meluncurkan 13 game, delapan di antaranya telah mencapai aplikasi unduhan harian 10 teratas AS di iOS Games, dan tiga di posisi satu," tambah dia.
Tahun lalu dua pengembang game seluler Turki – Peak Games dan Rollic – dibeli oleh pembuat permaianan jejaring sosial terbesar AS Zynga masing-masing seharga USD1,8 miliar dan USD168 juta.
Zynga juga mengakuisisi pengembang game seluler Turki lainnya, Gram Games, senilai USD250 juta pada 2018.