ANKARA
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Senin menegaskan kembali perlunya menempuh jalur diplomasi di tengah konflik Rusia-Ukraina serta pentingnya bersatu melawan Moskow.
“Inilah saatnya untuk apa yang kita sebut empat 'D': diplomasi, detente, de-eskalasi dan pencegahan," kata Albares setibanya di pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa.
Saat ini penting bagi diplomasi untuk menjadi yang terdepan, tutur dia.
Mengacu pada percakapannya baru-baru ini dengan sejawatnya dan pembicaraan Perdana Menteri Pedro Sanchez dengan para pemimpin Eropa, Albares mengatakan dirinya yakin "bahwa persatuan akan membantu meraih kemenangan dan pencarian diplomasi akan menjadi sesuatu yang mendasar."
Sanchez menegaskan kembali komitmen Spanyol untuk NATO dan keamanan Eropa pada Minggu.
"Kami mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina dan percaya bahwa diplomasi dan dialog akan menjadi cara untuk mengurangi eskalasi krisis ini," sebut dia.
Pada Sabtu, sebuah kapal perang Spanyol berisi sekitar 200 awak berlayar ke Laut Hitam, dan negara itu juga mempertimbangkan apakah akan mengirim jet tempur ke Bulgaria.
Denmark, Prancis, Belanda, dan Amerika Serikat (AS) termasuk di antara sekutu NATO yang akan mengirim pasukan tambahan ke timur Eropa, menurut blok militer itu.
AS dan sekutu Eropanya mengklaim bahwa Rusia sedang menyiapkan diri untuk invasi ke Ukraina dengan menempatkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasannya, di samping penempatan artileri dan tank yang signifikan.
Moskow telah membantah mempersiapkan serangan militer, dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk melakukan latihan rutin.