03 Oktober 2017•Update: 04 Oktober 2017
EMRE BAŞTUĞ
MOSTAR
Bekas kerusakan akibat perang tahun 1990-an berubah penuh warna dengan sentuhan seniman jalanan dari belahan dunia.
Perang di Bosnia (1992-1995) menyisakan banyak kenangan buruk di sudut-sudut kota Mostar dan kota-kota lainnya di Bosnia.
Street Arts Festival (Festival Seni Jalanan) yang diprakarsai seniman lokal 6 tahun lalu itu berupaya menghapus sisa-sisa perang dengan cat dan kuas.
Fetival yang mulai dikenal dunia 2 tahun terakhir ini dihadiri seniman-seniman Eropa, Balkan, Argentina, Uruguay, Brazil, dan Amerika Serikat.
Seniman jalanan menggambar di dinding-dinding bekas tembakan peluru dan sisi luar bangunan yang ditinggalkan akibat perang.
Bangunan bertingkat yang sebelumnya bank dan pusat perbelanjaan kini menjadi kanvas para seniman.
Lukisan dinding warna-warni, termasuk gambar-gambar dengan ukuran raksasa, menarik perhatian turis asing.
Selain mengubah wajah kota, festival ini juga memberikan keuntungan lain. Para seniman mengirimkan pesan yang mendamaikan perpecahan antara orang Bosnia dan Kroasia.
“Festival mendatangkan energi positif dan perdamaian”
Sejak dimulai 6 tahun lalu, Mostar kini menjadi galeri jalanan yang mendatangkan energi positif dan perdamaian. Dua puluh tahun setelah perang masih banyak bangunan yang hancur berantakan.
"Kami menghiduplan kembali kota ini dengan seni,” kata pencetus Festival Seni Jalanan Marina Mimoza.
Menurut Mimoza, Mostar adalah kota yang selalu berhubungan dengan seni. Seniman harus membuat orang berpikir dan berkontribusi melahirkan sesuatu yang berbeda di masa depan.
Mimoza mengatakan jika Mostar adalah tempat yang spesial dan festival telah mendatangkan cinta dan perdamaian.
Secara umum masyarakat merespon positif festival ini. Mereka menggunakan karya seni untuk mengajak orang-orang luar datang ke Mostar dan mereka merasa bangga karena ini, ungkap Mimozza.