Pizaro Gozali İdrus
23 Oktober 2019•Update: 25 Oktober 2019
JAKARTA
Kementerian Luar Negeri Singapura meminta warganya menunda perjalanan yang tidak penting ke Lebanon menyusul gelombang demonstrasi besar-besaran di negara timur tengah tersebut, kata Channel News Asia pada Selasa.
Ribuan orang turun ke jalan-jalan Lebanon untuk memprotes kenaikan pajak dan kasus korupsi.
Aparat Lebanon menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan aksi massa.
Kemlu Singapura mengatakan demonstrasi diperkirakan akan terus berlanjut dan berimbas ke ibu kota Beirut, Tripoli, Tirus, Sidon, dan Baalbak.
Warga Singapura yang sudah berada di Lebanon harus "mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan pribadi mereka", tulis pernyataan Kemlu Singapura.
"Anda disarankan tetap waspada, memantau perkembangan melalui berita lokal dan memperhatikan perintah otoritas setempat," kata kementerian itu dalam penasihat perjalanannya.
"Hindari gelombang protes dan demonstrasi besar-besaran, dan tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman sehingga mereka tahu kalian aman."
Demonstrasi juga mengakibatkan gangguan transportasi dan penundaan penerbangan, kata kementerian itu.
Untuk itu, tulis Kemlu Singapura, wisatawan harus memastikan jadwal keberangkatan dan status penerbangan maskapai mereka.