Maria Elisa Hospita
29 Maret 2019•Update: 29 Maret 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Sejumlah senator memperkenalkan rancangan undang-undang untuk melarang transfer jet tempur F-35 ke Turki.
"Turki adalah mitra dan sekutu penting NATO kami dalam menangani sejumlah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat," kata Senator James Lankford dalam siaran pers.
Namun, Lankford mengkhawatirkan rencana Turki yang ingin membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, karena menurutnya "Rusia berusaha menggagalkan kepentingan NATO dan AS di setiap kesempatan".
"Prospek Rusia yang memiliki akses ke pesawat dan teknologi AS di Turki berisiko terhadap keamanan nasional dan global," ujar Senator Jeanne Shaheen.
Washington memperingatkan bahwa sistem S-400 dikhawatirkan dapat mengakses informasi penting tentang F-35, termasuk jangkauan deteksi mereka.
Ankara sejak lama ingin membeli sistem pertahanan udara dari AS namun upayanya tak kunjung berhasil.
Pada 2017, Ankara akhirnya membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia.
Ankara juga berencana untuk membeli 100 jet tempur F-35 dari AS, dan pilotnya kini mengikuti pelatihan di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona.
Turki pertama kali bergabung dengan Program F-35 Joint Strike Fighter (JSF) pada 2002 dan telah menginvestasikan lebih dari USD1,25 miliar. Turki juga memproduksi berbagai suku cadang pesawat untuk semua varian dan pelanggan F-35.
Perusahaan-perusahaan pertahanan Turki memasok program F-35 dengan komponen-komponen utama, termasuk struktur badan pesawat.
Dua jet F-35 yang saat ini berada di Pangkalan Angkatan Udara Luke, tempat para pilot Turki berlatih dengan pesawat, akan dikirim ke Turki pada November. Dua jet lagi akan dikirimkan di tahap selanjutnya.
"RUU ini menjelaskan bahwa integritas, interoperabilitas, dan keamanan NATO adalah masalah utama kebijakan luar negeri di semua lini pemerintahan AS," tegas para senator.
Senator James Lankford, Jeanne Shaheen, Thom Tillis, dan Chris Van Hollen adalah inisiator RUU tersebut.