Agnes Szucs
23 Juni 2022•Update: 24 Juni 2022
BRUSSELS
Merupakan kewajiban moral bagi NATO untuk mendukung Ukraina dalam perangnya melawan Rusia selama diperlukan, kata sekretaris jenderal aliansi itu Jens Stoltenberg pada Rabu.
Berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh kantor berita Politico, Stoltenberg memperingatkan bahwa perang Rusia di Ukraina dapat berlangsung hingga bertahun-tahun dan “kita perlu bersiap untuk jangka panjang.”
“Kami memiliki kewajiban politik dan moral untuk memberikan dukungan substansial selama diperlukan,” tutur dia, menjelaskan bahwa NATO telah mengambil “semacam tanggung jawab” ketika mulai membantu Ukraina.
“Anda tidak bisa berhenti di tengah upaya itu karena mereka berada di tengah perang,” ujar dia.
Stoltenberg juga menjelaskan bahwa bukan pada 24 Februari Rusia melancarkan perang, tetapi pada 2014 ketika mencaplok Krimea dan mendukung gerakan separatis di Ukraina timur.
Jadi, NATO mulai mendukung tentara Ukraina dengan pelatihan dan peralatan, dan juga memprakarsai "adaptasi substansial" dari aliansi itu sendiri untuk menghadapi tantangan keamanan baru, imbuh dia.
Rencana baru untuk menambah pertahanan dan pencegahan NATO di sisi timur hanya akan memperkuat proses ini, sebut Stoltenberg.
“Kami akan mengadaptasi struktur pasukan NATO dengan lebih banyak pasukan dengan kesiapan tinggi,” kata dia, menjelaskan bahwa NATO akan mengerahkan lebih banyak kelompok tempur dan lebih banyak kekuatan di pertahanan udara, laut, dan dunia maya, serta menempatkan peralatan dan persediaan senjata yang telah ditempatkan sebelumnya.
“Untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin, kami akan memiliki pasukan yang ditugaskan sebelumnya untuk membela sekutu tertentu” sehingga NATO dapat bertindak lebih dan lebih cepat jika diperlukan, ujar Stoltenberg.
Para pemimpin NATO diperkirakan akan menyetujui rencana baru tersebut pada pertemuan puncak mereka pada 29-30 Juni di Madrid.