30 Juli 2017•Update: 31 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mendeteksi jumlah titik panas dari kebakaran hutan Minggu terus bertambah hingga 239 di beberapa wilayah Indonesia menyusul meningkatnya intensitas cuaca kering selama musim kemarau.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik panas (hotspot), titik panas muncul dalam seminggu terakhir sebaran hotspot terbanyak berada di Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Aceh.
“Puncak kemarau diperkirakan berlangsung hingga September mendatang sehingga ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat meningkat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers Minggu.
Sebaran 239 hotspot di Indonesia pada Minggu pagi adalah Kalimantan Barat 126, NTT 42, Kalimantan Utara 35, Kalimantan Tim5ur 10, Kalimantan Selatan 5, Maluku 4, Riau 1, Kalimantan Tengah 1, Jawa Tengah 2, Jawa Timur 2, Sulawesi Selatan 5, Sumatera Selatan 2, NTB 1, Sulawesi Tengah 1, dan Babel 1, kata Sutopo.
Pantauan satelit Himawari8 dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan asap tipis sudah menyebar di beberapa daerah di Kalimantan Barat, kata dia. Upaya pemadaman terus dilakukan oleh satgas terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan, tambah dia.
“Perlu partisipasi semua pihak untuk menjaga lingkungan sekitarnya agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Sutopo.